Cara Cegah Pikun pada Lansia

Posted on October 20, 2020 in Main by

Orang yang yang sudah lanjut usianya sudah dianggap sangat wajar jika sering lupa atau mengalami pikun. Seiring dengan bertambahnya usia, kemampuan dari otak seseorang untuk dapat berpikir dan juga untuk mengingat memang menjadi sebuah hal yang nantinya dapat menurun. Tapi, penyakit pikun pada lansia sebaiknya menjadi sebuah hal yang jangan dimaklumi, karena kondisi ini masih dapat dicegah dengan menggunakan beberapa cara.

Walaupun banyak lansia yang mengalaminya, tapi demensia atau sebuah penyakit pikun bukanlah sebuah proses yang normal dari sebuah proses penuaan. Pikun merupakan masalah dari kesehatan yang disebabkan oleh adanya sebuah kerusakan pada sel-sel otak yang dapat membuat kemampuan komunikasi yang ada antara sel-sel tersebut terganggu. Ciri-ciri dari orang yang mengalami sebuah pikun adalah berkurangnya sebuah daya ingat, menurunnya sebuah kemampuan berpikir dan juga menurunya cara untuk dapat memahami sesuatu, serta menurunnya sebuah kecerdasan mental bagi orang tua.

Cara Cegah Pikun pada Lansia

Jika pikun dimaklumi dan menjadi hal yang dibiarkan saja, maka kemampuan otak seseorang akan semakin melemah dan akan berisiko mengalami sebuah alzheimer. Hal tersebut yang ditandai dengan hilangnya beberapa memori, kesulitan berpikir dan juga sulit untuk memecahkan masalah, bahkan kesulitan untuk berbahasa. Selain itu, orangtua yang sudah pikun biasanya juga akan mengalami sebuah rasa depresi, sering marah-marah, kesulitan untuk dapat bersosialisasi, bahkan bisa berhalusinasi cukup parah. Ia pun jadi tidak mampu hidup sendiri dan juga jadi tidak mampu bergantung pada bantuan orang lain.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dari 76 persen kasus yang terjadi pada penurunan kemampuan otak menjadi sebuah hal yang dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat. Jadi, untuk mencegah penyakit pikun, yang dilakukan oleh orang tua yang sudah berumur lebih dari 60 tahun ke atas, sudah dianjurkan untuk menerapkan sebuah pola hidup sehat. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah lansia menjadi pikun.

Menjaga Kepala dari Benturan

Kondisi tubuh orang yang sudah lanjut usia biasanya akan sangat rentan dan jika terjatuh atau mengalami sebuah benturan, dapat berakibat pada kondisi serius bahkan fatal. Karena itu orang lansia perlu sangat berhati-hati dalam beraktivitas. Pada saat mengendarai sepeda motor, selalu gunakan sebuah helm untuk menjaga kepala dari benturan yang keras atau mengalami sebuah cedera otak yang bisa menyebabkan pikun atau demensia.

Membaca dan Menulis

Kedua aktivitas ini juga menjadi aktivitas yang efektif untuk melatih dan menstimulasi sel-sel saraf dan juga sel otak. Jadi, orangtua yang nantinya akan dianjurkan untuk sering-sering membaca sebuah majalah atau koran dan menulis buku harian agar nantinya mereka tidak cepat pikun. Jika memang orang tua sering lupa, maka akan disarankan untuk mencatat segala hal yang perlu diingat dan menulisnya di dalam sebuah buku.

Bermain Catur

Catur adalah sebuah olahraga yang dikenal cukup baik untuk melatih otak seseorang. Dengan bermain catur, orangtua yang bisanya akan dapat mengasah dan memaksimalkan sebuah fungsi otak, sehingga mencegah mereka menjadi pikun.

Melakukan Permainan Memori

Selain bermain catur, lansia juga disarankan untuk sering-sering bermain sebuah permainan yang melatih memori, seperti permainan teka-teki silang, permainan studi kasus, atau sebuah permainan optical illusions. Permainan-permainan tersebut nantinya akan menjadi sebuah cara yang dapat membuat mereka berpikir dan menggunakan logika mereka untuk memecahkan sebuah masalah. Sehingga nantinya akan berdampak sangat baik untuk meningkatkan dan juga untuk dapat menajamkan sebuah kemampuan otak setiap lansia.

Menerapkan Gaya Hidup Sehat

Menghentikan sebuah kebiasaan buruk seperti halnya sebuah kebiasaan merokok dan mengonsumsi berbagai macam minuman beralkohol, serta mulai menerapkan sebuah kebiasaan berolahraga secara teratur, serta mengkonsumsi sebuah makanan dan minuman yang sehat, melakukan istirahat yang cukup. Hal itu semua sebagai sebuah cara yang cukup efektif untuk mencegah pikun yang dialami oleh lansia. Selain itu, konsumsi juga berbagai makanan sehat yang sangat baik untuk kesehatan otak, diantaranya seperti coklat hitam, buah alpukat, blueberry, ikan salmon dan juga telur.

Bersosialisasi

Aktif dalam bersosialisasi juga merupakan sebuah kegiatan yang baik untuk dapat mencegah penyakit pikun. Dengan sering berkomunikasi dan juga bersosialisasi dengan anggota keluarga, maka hal tersebut dapat menghindari orang tua atau lansia dari penyakit pikun.Orang tua yang sudah berusia lanjut dapat menjaga dan juga mereka dapat meningkatkan kemampuan otak, khususnya bagian otak yang mengatur fungsi dalam komunikasi.

Aktivitas Spiritual

Aktivitas ibadah yang juga menjadi sebuah hal dipercaya memiliki peran yang cukup signifikan dalam menjaga dan meningkatkan sebuah fokus pada otak. Serta menjaga kesehatan mental dalam diri setiap orang. Jadi, orangtua bisa mengisi waktu mereka dengan ikut terlibat dalam berbagai macam kegiatan rohani agar kemampuan otak tidak mengalami penurunan. Selain itu, kegiatan seperti berpuasa juga terbukti bermanfaat untuk dapat memperbaiki dan meningkatkan sebuah kinerja dari sel-sel otak.

Jauhi stres

Stres bisa sangat berdampak buruk bagi otak lansia. Kadar hormon stress ataupun juga kadar kortisol yang tinggi akan dapat membuat lebih sulit informasi dari ingatan (me-recall memori). Karenanya, lansia disarankan untuk menghindari sebuah pikiran berat dan bermacam-macam. Cobalah berbagai cara untuk dapat rileks, seperti meditasi,massage, atau yoga. Bisa juga mencari sebuah hobi baru yang menarik dan menyenangkan. Hal tersebut dapat menstimulasi kerja otak agar dapat terus aktif.

Kualitas tidur optimal

Tak hanya manfaat sebuah tidur siang untuk anak yang dapat meningkatkan IQ, menjaga kualitas tidur utamanya pada saat malam hari juga membantu otak tetap terjaga. Selain itu, kebersihan pada saat tidur juga meningkatkan fungsi dari sel otak.

Suasana rumah mendukung

Sekarang sudah ada begitu banyak teknologi yang dapat memudahkan daya ingat, seperti memasang sebuah pengingat di ponsel atau memasang di kalender. Khusus untuk hal-hal yang nantinya diakses cukup rutin seperti letak kacamata, letak kunci, atau dompet, letakkan di lokasi yang nantinya mudah mudah untuk diingat.

Jaga kolesterol dan tekanan darah

Selain bagian dari indikator seseorang mengalami sindrom metabolik, kadar kolesterol dan juga kadar tekanan darah menjadi sebuah hal yang cukup penting untuk dijaga, demi kesehatan otak seseorang. Ketika kolesterol dan tekanan darah nantinya tidak terkendali, resiko untuk mengalami penyakit jantung dan juga penyakit stroke akan meningkat. Hal ini bisa menyebabkan lansia mengalami penyakit demensia.

Jaga berat badan

Berat badan yang ideal dari lansia juga sebaiknya dijaga dengan betul demi kesehatan otak. Caranya dengan memilih apa saja makanan yang akan dikonsumsi dan pastikan makanan tersebut benar-benar bernutrisi. Langkah ini terbukti dapat meningkatkan fungsi kognitif seseorang.

Itulah beberapa aktivitas yang bisa membantu mencegah lansia mengalami kondisi demensia atau pikun. Dengan memperhatikan beberapa poin di atas, diharapkan dapat mencegah terjadinya pikun, karena penyakit pikun adalah penyakit yang pastinya dapat menimpa siapa saja orang yang sudah lanjut usia. Tapi, kita dapat meminimalisirnya dengan memperhatikan kesehatannya.

PARTNER LINK

JAGOAN88 merupakan situs judi slot online terpercaya dan terlengkap di Indonesia, daftar judi online dengan bonus new member 20%

 

JAGOAN88 Slot adalah situs judi online terpercaya dan agen judi bola terbaik di Indonesia, menyediakan berbagai produk judi slot online terpercaya, judi bola dan live casino online