Hal Penting yang Wajib Diketahui dalam Menyiapkan Makanan Lansia

Posted on January 29, 2021 in Kesehatan Lansia by

Dari berbagai usia yang ada, makanan bernutrisi memang harus memegang peranan penting di dalam menunjang adanya kesehatan fiisik, termasuk untuk kaum lansia. Namun dari seiring berjalannya waktu, Lansia juga mengalami yang namanya penurunan nafsu makan dikarenakan Kondisi yang alamiah dan pada faktor kesehatan tertentu yang akan terjadi pada tubuh mereka. Penurunan dari nafsu makan ini akan membuat asupan nutrisinya tidak tercukupi dengan baik, padahal untuk nutrisi yang dibutuhkan bagi lansia mampu membantu tubuh tetap bertenaga pastinya. Maka dari itu, dibutuhkan sekali pemilihan makanan yang mana sangat tepat dan juga sehat untuk orang tua lanjut usia. Berikut ini, kalian bisa simak nih beberapa hal yang ternyata dapat menyebabkan penurunan nafsu makan Lansia. Hal ini kami rasa bisa kalian ketahui mulai dari detik ini, agar kiranya mampu menjaga kesehatan kedua orang tua dan kakek nenek dengan sebaik mungkin. 

Melihat penyebab dari Turunnya Nafsu Makan ketika sudah Lansia 

Sangat wajar sekali Lansia sudah mulai mengalami penurunan dari nafsu makan, sebagian besar dari mereka ini akan memiliki pengaruh pada kesehatan fisik yang sudah menurun lebih dulu. Menurut dari jurnal nursing older people yang dikutip dari situs hellosehat.com, sekitar 15 sampai dengan 30% dari Lansia sudah mengalami yang namanya Anoreksia seiring dari pertambahan usia. Penurunan dari selera makan akan membuat lansia menjadi kehilangan berat badan dan tentu saja kekurangan nutrisi yang cukup untuk antibodi yang mereka miliki. 

Berikut ini ada beberapa hal yang wajib kalian ketahui sebelum benar-benar menyiapkan adanya makanan untuk para Lansia. 

1.1 Lansia Sering mengalami Kesulitan Mengunyah 

Biasanya kesehatan gigi dan mulut akan memiliki kaitan satu sama lain sebagai pemenuhan dari nutrisi lansia. Disini Gigi yang berlubang dan gusi yang berdarah memang sering sekali menjadi kondisi umum bagi para lansia yang akan membuat mereka jadi sulit sekali untuk mengunyah makanan. 

Dari sebuah riset yang dilakukan oleh Dental Research Journal yang dikutip langsung oleh situs hellosehat, bahwa 16o lansia rata-rata yang berusia 80 tahun tidak akan mampu untuk mencukupi nutrisinya secara optimal. Hal ini memang dikarenakan adanya hubungan antara kesulitan mastikatori yakni dengan menurunnya kemampuan mengunyah dan menggigit makanan. Ketika lansia ini sudah sulit baginya untuk bisa memproses makanannya. 

Kesehatan oral yang memang buruk dipengaruhi oleh diet yang memang kurang kualitas, seperti halnya dari pemilihan makanan yang memang sudah mempengaruhi kesehatan giginya. Disamping ini, Lansia memang kurang sekali cermat merawat kebersihan gigi dan mulut, juga akan langsung berdampak pada kesehatan oralnya. Muncul sudah masalah Gigi dan Mulut yang akan membuat lansia jadi sangat enggan sekali makan dan bisa saja langsung kehilangan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. 

2.2 Sering Sekali Kesulitan dalam Menelan Makanan 

Namanya sendiri adalah Disfagia atau kesulitan lansia untuk menelan makanan yang memang akan sering dialami ketika sudah bertambahnya usia. Hal ini akan langsung terjadi pada usia lansia, walau memang tidak semua lansia si mengalami itu semua. Kesulitan dalam menelan ini sudah disebabkan langsung adanya kekuatan otot. Dimana otot kerongkongan tidak akan mudah rileks, kerongkongan yang memang menyempit dikarenakan struktur dan sebagainya. 

Selain itu, penurunan dari fungsi saraf serta otot jga mempengaruhi proses dari koordinasi mengunyah dan menelan makanan. Beragam hal ini akan menimbulkan sensasi tersedak di bagian kerongkongan di saat mereka sedang menelan makanan. 

Disfagia yang diderita langsung ditandai dengan beberapa hal dibawah ini : 

  • Makanan akan mudah tersangkut pada tenggorokan maupun pada dada
  • Rasa sakit ketika mencoba menelan makanan tersebut
  • Mudah tersedak
  • Makanan maupun minuman yang sudah tertelan, biasanya akan kembali keluar lewat mulut maupun hidung. 

Lansia yang mana sulit sekali dalam memproses makanan menyebabkan tubuh mereka tidak akan mendapatkan nutrisi yang cukup. Pada akhirnya, bisa berpengaruh pada penurunan berat badan, mengalami malnutrisi sampai dengan dehidrasi yang lumayan. 

3.3 Mengalami Masalah dalam Pencernaan 

Daya memproses makanan antara orang dewasa muda dan lansia berbeda. Lansia akan cenderung makan dengan porsi yang memang sedikit, lalu makan bisa lebih lambat, serta mereka tidak cepat lapar. Perubahan selera makan akan langsung dipengaruhi oleh pencernaan yang lambat di dalam mencerna dan mengosongkan lambung yang ada. 

Hal ini akan membuat lansia merasa jauh lebih cepat kenyang dan selera makannya menjadi menurun. Proses makan yang lambat akan langsung mengakibatkan lansia ini sering mengalami masalah sistem pencernaan seperti halnya Sembelit atau susah sekali BAB. 

Rasa kenyang akan muncul dikarenakan anggota tubuh berkomunikasi satu sama lainnya. Sinyal kenyang akan langsung diterima melalui komunikasi antara sistem pencernaan yang dikirimkan ke otak. Dan nantinya otak akan memerintah untuk berhenti makan. Hormon leptin yang telah dilepaskan tubuh akan langsung mengirimkan sinyal kenyang ke otak dikarenakan lambung masih benar-benar terisi makanan. Sementara untuk hormon Ghrelin yang merupakan hormon untuk mengontrol langsung nafsu makan dan cenderung rendah pada lansia. 

Kondisi ini sering sekali berdampak pada gangguan pencernaan, dimulai dari sakit maag, Gerd sampai dengan sembelit. Nutrisi yang memang tidak berimbang bisa mengakibatkan lansia tidak berenergi dikarenakan kehilangan massa tulang dan otot yang lebih cepat, serta ada nya sistem imun yang rendah sehingga meningkatkan resiko infeksi. 

Masa-Masa Pemulihan para Lansia 

Disaat masa pemulihan, ada ketidakseimbangan metabolisme protein yakni antara sintesis dan pemecahan protein. Dimana untuk sintesis Protein menjadi proses pembentukan protein di dalam sel. Sementara itu, pemecahan protein merupakan proses pengubahan protein menjadi asam amino. 

Ketika lansia sedang mengalami masa pemulihan, maka terjadi peningkatan pemecahan protein dan penurunan sintesis protein. Ketidakeimbangan ini akan langsung terjadi dikarenakan pada saat sakit lansia tidak mungkin nafsu makan. Akhirnya Nutrisi tidak dapat sama sekali ! Kekurangan nutrisi khususnya sekali untuk protein dapat menyebabkan menurunnya sintesis protein. Sementara itu tubuh juga membutuhkan protein yang diproduksi langsung dari hasil sintesis dalam membentuk asam amino sehingga dapat menghasilkan energi dan kekuatan pada otot yang mereka miliki. 

Jadi bisa dikatakan, sekalipun para lansia ini mengalami yang namanya penurunan nafsu makan semasa pemulihan, maka ada baiknya memerlukan nutrisi yang tepat terutama sekali pada asupan protein yang ada. Sebab itu, kalian perlu sekali dalam menyiapkan makanan yang sangat tepat untuk mereka agar nantinya, kekuatan dari ototnya terhimpun secara bertahap.