Next, Memberikan Sajian yang Layak untuk Lansia !

Posted on February 9, 2021 in Kesehatan Lansia by

Sangat beragam sekali kondisi dari penurunan selera makan para Lansia yang akan mudah ditemui dan sulit untuk dihindari. Namun dalam hal ini kalian tidak perlu takut, sebab akan ada beberapa cara yang mana mampu untuk diterapkan agar nantinya tubuh tetap terjaga nutrisinya secara optimal. Pemenuhan dari nutrisi ini memang sangat amat penting, kami yakin banyak dokter yang menyarankan untuk menjaga asupan nutrisi dengan sebaik mungkin melalui tolak ukur usia masing-masing. Pemenuhan nutrisi memang sangat penting sekali bagi tubuh di dalam meningkatkan energi agar mpo slot online terbaru bisa tetap beraktivitas fisik dengan mandiri. 

Tak sampai situ saja, Nutrisi juga akan menjaga kerja sistem imun di dalam mencegah Infeksi penyakit, termasuk menekan angka resiko terjadinya masa osteoporosis – lalu tekanan darah tinggi – mengalami gangguan Jantung – diabetes pada tipe 2 sampai dengan penyakit kanker. Makanan yang diberikan memang perlu disesuaikan sekali dengan kondisi dari tubuh lansia. Dimulai dari pemilihan atas nutrisi, lalu pada pengolahan makanan sampai pengaturan dari pola makan itu sendiri. 

Selalu Memberikan Makanan Bernutrisi untuk Lansia 

Agar nantinya para lansia ini mendapatkan sebuah kualitas hidup yang baik dan sehat terhadap tubuhnya yang bertenaga, ada baiknya kalian selaku yang muda menyajikan makanan sehat bernutrisi untuk para lansia tersebut. Di dalam pemilihan dari menu makanan, ada baiknya fokus pada asupan yang mendorong energi menjadi meningkat. Pemilihan dari nutrisi ini sangat amat penting dan berguna sekali dalam menjaga adanya berat badan yang normal, lalu mampu untuk menjaga berat badan yang normal – menguatkan otot tubuh sampai dengan mendukung adanya metabolisme dalam tubuh. 

Pemilihan nutrisi yang baik bisa berupa : 

A. Asupan Protein 

Makanan berprotein dalam tiap menu harian lansia memang akan memberikan kekuatan tersendiri dan mampu meningkatkan energi dalam tubuh mereka masing-masing. Asupan protein yang dikatakan sehat untuk diberikan ke banyak lansia dari bahan-bahan seperti Telur – Daging Unggas maupun Sapi yang memang dimasak selunak mungkin – Ikan dimasak tanpa menggunakan tulang serta ditambah dengan susu bagi para lansia. 

Disini lansia juga akan diberikan asupan tambahan susu yang mana mengandung protein whey. Protein ini memang khususnya berbentuk cair yang akan mudah sekali diserap dan mempercepat adanya pengosongan lambung. Sehingga disini lansia bisa tetap mengkonsumsi makanan setelahnya. Secara biologis untuk Protein Whey ini mengandung asam amino lengkap serta mudah sekali untuk diserap tubuh lansia. Karena lansia juga sering sekali kehilangan massa otot dalam tubuh, maka dari itulah kalian membantunya dalam memberikan asupan asam amino secara teratur agar nantinya kemampuan fisik mereka aktif kembali. 

B. Asupan Karbohidrat 

Dimana kalian bisa memulihkan energi para lansia ini dengan memilih jenis makanan seperti : Kentang di kukus agar lembut, Oats atau Sereal, Nasi sampai dengan Roti atau Gandum. Untuk pengolahannya sendiri kalian harus benar-benar bisa memastikan, makanan berkarbohidrat ini memiliki tekstur yang lembut agar nantinya lansia bisa mudah mengunyah dan mampu menelan makanan. 

C. Asupan Lemak Nabati 

Dalam memberikan asupan ini, kalian bisa memilih asupan lemak sehat dari Tumbuhan – asupan buah-buahan yakni Alpukat – produk kedelai dan kacang-kacangan sehat yakni Almond, Kedelai, Macadamia. 

D. Asupan Serat 

Untuk serat, kalian bisa memberikan komposisi makanan seperti Buah-Buahan dan Sayuran yakni Tomat – melon – semangka – Strawberry – Wortel an masih banyak lagi yang lainnya. Bisa memakai perhitungan rasio 2/3 Sayuran dan 1/3 Buah Buahan di setiap harinya agar kalori lansia ini tetap terjaga. Jangan lupa, cukupi kebutuhan mineralnya 1,5 sampai 2 L/hari. 

Selalu Mengolah Makanan Lansia yang Mudah Ditelan 

Dalam kasus ini kalian bisa benar-benar menyiapkan makanan dengan  tekstur yang lembut dan dicincang halus. Agar nantinya, mudah ditelan melalui tenggorokan para lansia. Kurang lebih tepatnya adalah makanan tersebut harus selembut seperti makanan untuk para bayi. Di dalam memproses makanan ini, sebisa mungkin menghindari adanya pemakaian minyak yang berlebih. Makanan sehat akan jauh lebih baik diproses dengan cara direbus saja atau dikukus juga boleh. Kalau lansia ingin snack, maka berikan saja biskuit. 

Jangan lupa, untuk kalian yang ingin menyajikan makanan tersebut bisa dengan cara diblender pada pemakaian bahan Daging dan Ikan ( sebelumnya harus dihilangkan tulang-tulangnya ). Namun ada saja pastinya para lansia yang menolak memakan makanan tersebut. Nah dalam hal ini jika mereka masih mampu mengunyah dan menelan, biarkan saja mereka makan pada produk olahan biasa namun dengan potongan yang lebih kecil-kecil ya bentuknya. Dengan begini mereka jadi jauh lebih mudah mengkonsumsinya. Sebisa mungkin juga berikan jus buah seperti Alpukat atau Melon atau Semangka yang memang memiliki serat bagus untuk tubuh dan mudah sekali untuk dikonsumsi. 

Selalu Menjaga Pola Makan Lansia Secara Teratur 

Kalian juga harus memastikan kembali memiliki jadwal makan yang tetap dan teratur agar nantinya nutrisi di dalam tubuh mereka bisa tetap saja terjaga. Disini kalian bisa menetapkan 3x Jadwal makan besar di setiap harinya. Dimulai jadwal makan pagi, makan siang dan makan malam. Pastikan juga para lansia ini tidak pernah melewatkan jam makan untuk menurunkan resiko malnutrisi. Terutama sekali sarapan untuk menghimpun tenaga dikarenakan semalaman perut tidak diisi makanan. 

Untuk lansia yang mudah sekali mengalami kenyang, bisa dipastikan jumlah makanannya dikurangi. Sebagai contoh : lansia hanya makan 6 sampai 10x sendok saja dalam 1x jadwal yang ada. Nantinya masih diselingi oleh makanan snack sehat lainnya seperti buah-buahan yang lunak dipotong menjadi kecil-kecil, hal ini agar nantinya lansia masih mendapatkan vitamin dan mineral serta serat yang sehat untuk tubuh. 

Menghindari Selalu Makanan yang Memicu Masalah Pencernaan 

Seperti yang sudah disebutkan pada artikel sebelumnya, yakni lansia mudah sekali mengalami gangguan pencernaan. Maka dari itu, kalian jangan pernah memberikan makanan pemicu gangguan pencernaan seperti Lambung atau Maag. hal ini memang perlu sekali diperhatikan saat membelikan makanan untuk orang tua yang sedang sakit pastinya. Berikut ini makanan dan minuman yang memang harus dihindari oleh para lansia dimanapun mereka berada, termasuk orang tua dari para pembaca artikel ini ya : 

  • Hindari minuman bersoda
  • Hindari memberikan makanan pedas 
  • Hindari makanan dengan tinggi lemak yang tidak jelas 
  • Menghindari meminum teh maupun kopi 
  • Jangan berikan makanan pedas dan asam secara berbarengan 

Mungkin ke-4 hal yang sudah kami berikan diatas ini menjadi sebuah cara dalam memberikan nutrisi yang tepat bagi para lansia. Kalian juga bisa sebenarnya memberikan nutrisi yang tepat bagi lansia. Disini kalian juga bisa memberikan susu yang mengandung protein Whey dan juga sudah ditambahkan nutrisi penting seperti harus ada Serat – harus ada Vitamin C – harus ada Vitamin E, Vitamin B6 dan B12. dengan konsumsi ini yang sesuai, amak akan mampu membangkitkan kembali kekuatan fisik lansia untuk beraktivitas.

Hal Penting yang Wajib Diketahui dalam Menyiapkan Makanan Lansia

Posted on January 29, 2021 in Kesehatan Lansia by

Dari berbagai usia yang ada, makanan bernutrisi memang harus memegang peranan penting di dalam menunjang adanya kesehatan fiisik, termasuk untuk kaum lansia. Namun dari seiring berjalannya waktu, Lansia juga mengalami yang namanya penurunan nafsu makan dikarenakan Kondisi yang alamiah dan pada faktor kesehatan tertentu yang akan terjadi pada tubuh mereka. Penurunan dari nafsu makan ini akan membuat asupan nutrisinya tidak tercukupi dengan baik, padahal untuk nutrisi yang dibutuhkan bagi lansia mampu membantu tubuh tetap bertenaga pastinya. Maka dari itu, dibutuhkan sekali pemilihan makanan yang mana sangat tepat dan juga sehat untuk orang tua lanjut usia. Berikut ini, kalian bisa simak nih beberapa hal yang ternyata dapat menyebabkan penurunan nafsu makan Lansia. Hal ini kami rasa bisa kalian ketahui mulai dari detik ini, agar kiranya mampu menjaga kesehatan kedua orang tua dan kakek nenek dengan sebaik mungkin. 

Melihat penyebab dari Turunnya Nafsu Makan ketika sudah Lansia 

Sangat wajar sekali Lansia sudah mulai mengalami penurunan dari nafsu makan, sebagian besar dari mereka ini akan memiliki pengaruh pada kesehatan fisik yang sudah menurun lebih dulu. Menurut dari jurnal nursing older people yang dikutip dari situs hellosehat.com, sekitar 15 sampai dengan 30% dari Lansia sudah mengalami yang namanya Anoreksia seiring dari pertambahan usia. Penurunan dari selera makan akan membuat lansia menjadi kehilangan berat badan dan tentu saja kekurangan nutrisi yang cukup untuk antibodi yang mereka miliki. 

Berikut ini ada beberapa hal yang wajib kalian ketahui sebelum benar-benar menyiapkan adanya makanan untuk para Lansia. 

1.1 Lansia Sering mengalami Kesulitan Mengunyah 

Biasanya kesehatan gigi dan mulut akan memiliki kaitan satu sama lain sebagai pemenuhan dari nutrisi lansia. Disini Gigi yang berlubang dan gusi yang berdarah memang sering sekali menjadi kondisi umum bagi para lansia yang akan membuat mereka jadi sulit sekali untuk mengunyah makanan. 

Dari sebuah riset yang dilakukan oleh Dental Research Journal yang dikutip langsung oleh situs hellosehat, bahwa 16o lansia rata-rata yang berusia 80 tahun tidak akan mampu untuk mencukupi nutrisinya secara optimal. Hal ini memang dikarenakan adanya hubungan antara kesulitan mastikatori yakni dengan menurunnya kemampuan mengunyah dan menggigit makanan. Ketika lansia ini sudah sulit baginya untuk bisa memproses makanannya. 

Kesehatan oral yang memang buruk dipengaruhi oleh diet yang memang kurang kualitas, seperti halnya dari pemilihan makanan yang memang sudah mempengaruhi kesehatan giginya. Disamping ini, Lansia memang kurang sekali cermat merawat kebersihan gigi dan mulut, juga akan langsung berdampak pada kesehatan oralnya. Muncul sudah masalah Gigi dan Mulut yang akan membuat lansia jadi sangat enggan sekali makan dan bisa saja langsung kehilangan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. 

2.2 Sering Sekali Kesulitan dalam Menelan Makanan 

Namanya sendiri adalah Disfagia atau kesulitan lansia untuk menelan makanan yang memang akan sering dialami ketika sudah bertambahnya usia. Hal ini akan langsung terjadi pada usia lansia, walau memang tidak semua lansia si mengalami itu semua. Kesulitan dalam menelan ini sudah disebabkan langsung adanya kekuatan otot. Dimana otot kerongkongan tidak akan mudah rileks, kerongkongan yang memang menyempit dikarenakan struktur dan sebagainya. 

Selain itu, penurunan dari fungsi saraf serta otot jga mempengaruhi proses dari koordinasi mengunyah dan menelan makanan. Beragam hal ini akan menimbulkan sensasi tersedak di bagian kerongkongan di saat mereka sedang menelan makanan. 

Disfagia yang diderita langsung ditandai dengan beberapa hal dibawah ini : 

  • Makanan akan mudah tersangkut pada tenggorokan maupun pada dada
  • Rasa sakit ketika mencoba menelan makanan tersebut
  • Mudah tersedak
  • Makanan maupun minuman yang sudah tertelan, biasanya akan kembali keluar lewat mulut maupun hidung. 

Lansia yang mana sulit sekali dalam memproses makanan menyebabkan tubuh mereka tidak akan mendapatkan nutrisi yang cukup. Pada akhirnya, bisa berpengaruh pada penurunan berat badan, mengalami malnutrisi sampai dengan dehidrasi yang lumayan. 

3.3 Mengalami Masalah dalam Pencernaan 

Daya memproses makanan antara orang dewasa muda dan lansia berbeda. Lansia akan cenderung makan dengan porsi yang memang sedikit, lalu makan bisa lebih lambat, serta mereka tidak cepat lapar. Perubahan selera makan akan langsung dipengaruhi oleh pencernaan yang lambat di dalam mencerna dan mengosongkan lambung yang ada. 

Hal ini akan membuat lansia merasa jauh lebih cepat kenyang dan selera makannya menjadi menurun. Proses makan yang lambat akan langsung mengakibatkan lansia ini sering mengalami masalah sistem pencernaan seperti halnya Sembelit atau susah sekali BAB. 

Rasa kenyang akan muncul dikarenakan anggota tubuh berkomunikasi satu sama lainnya. Sinyal kenyang akan langsung diterima melalui komunikasi antara sistem pencernaan yang dikirimkan ke otak. Dan nantinya otak akan memerintah untuk berhenti makan. Hormon leptin yang telah dilepaskan tubuh akan langsung mengirimkan sinyal kenyang ke otak dikarenakan lambung masih benar-benar terisi makanan. Sementara untuk hormon Ghrelin yang merupakan hormon untuk mengontrol langsung nafsu makan dan cenderung rendah pada lansia. 

Kondisi ini sering sekali berdampak pada gangguan pencernaan, dimulai dari sakit maag, Gerd sampai dengan sembelit. Nutrisi yang memang tidak berimbang bisa mengakibatkan lansia tidak berenergi dikarenakan kehilangan massa tulang dan otot yang lebih cepat, serta ada nya sistem imun yang rendah sehingga meningkatkan resiko infeksi. 

Masa-Masa Pemulihan para Lansia 

Disaat masa pemulihan, ada ketidakseimbangan metabolisme protein yakni antara sintesis dan pemecahan protein. Dimana untuk sintesis Protein menjadi proses pembentukan protein di dalam sel. Sementara itu, pemecahan protein merupakan proses pengubahan protein menjadi asam amino. 

Ketika lansia sedang mengalami masa pemulihan, maka terjadi peningkatan pemecahan protein dan penurunan sintesis protein. Ketidakeimbangan ini akan langsung terjadi dikarenakan pada saat sakit lansia tidak mungkin nafsu makan. Akhirnya Nutrisi tidak dapat sama sekali ! Kekurangan nutrisi khususnya sekali untuk protein dapat menyebabkan menurunnya sintesis protein. Sementara itu tubuh juga membutuhkan protein yang diproduksi langsung dari hasil sintesis dalam membentuk asam amino sehingga dapat menghasilkan energi dan kekuatan pada otot yang mereka miliki. 

Jadi bisa dikatakan, sekalipun para lansia ini mengalami yang namanya penurunan nafsu makan semasa pemulihan, maka ada baiknya memerlukan nutrisi yang tepat terutama sekali pada asupan protein yang ada. Sebab itu, kalian perlu sekali dalam menyiapkan makanan yang sangat tepat untuk mereka agar nantinya, kekuatan dari ototnya terhimpun secara bertahap.

Snack Sehat yang Cocok untuk Lansia

Posted on November 30, 2020 in Main by

Jika seseorang sudah masuk kategori lanjut usia, maka pola makan harus dijaga. Tetapi, bagaimana bagi jika suka ngemil? Nah, dalam artikel kali ini kami akan memberikan resep snack sehat yang cocok untuk lansia.

Kondisi fisik akan berubah semakin dengan bertambahnya usia sehingga membutuhkan sebuah asupan gizi yang juga berbeda. Hal yang menyebabkan lansia memiliki kebutuhan gizi yang sudah berbeda, dikarenakan mereka mengalami penurunan massa tubuh dan kecepatan metabolisme. Selain itu juga, karena menurunnya kemampuan kerja dari organ-organ tubuh untuk dapat memprosesnya secara maksimal.
Snack Sehat yang Cocok untuk Lansia

Snack Sehat yang Cocok untuk Lansia

Golongan lansia membutuhkan sebuah kebutuhan gizi yang khusus. Asupan lansia juga harus lebih ditingkatkan agar mereka dapat beraktivitas dengan sehat. Asupan gizi yang penting untuk tubuh lansia seperti asam lemak dan omega 3 yang bisa didapatkan dari minyak ikan. Selanjutnya lansia juga banyak mengonsumsi air putih dan makanan mengandung vitamin D serta kalsium.

Batasi Gula, Garam, dan Lemak

Hal yang perlu dibatasi oleh lansia yaitu kandungan gula, garam, dan lemak. Garam dan gula akan menjadi berbahaya karena mayoritas lansia akan menderita hipertensi. Salah satu jenis lemak yang juga perlu dihindari adalah lemak jenuh, biasanya terdapat di dalam mentega, gajih pada daging sapi, dan juga kulit ayam.

Perhatikan Kebutuhan Kalori

Anda juga harus selalu mempertimbangkan kebutuhan kalori dari lansia, karena kebutuhan kalori untuk tubuh juga akan berkurang saat usia lanjut. Hal ini terjadi agar nantinya berat badan tidak bertambah sehingga bisa menurunkan risiko terkena penyakit seperti jantung, diabetes, atau kolesterol.

Atur Porsi Makan

Lansia juga harus dapat mengatur porsi makannya, agar tubuh dapat selalu sehat. Pola makan yang nantinya tidak teratur dapat menyebabkan munculnya beberapa penyakit, seperti tekanan darah yang tinggi, penyakit jantung, kolesterol tinggi, dan juga penyakit diabetes. Karena itulah pengaturan porsi makan ini menjadi sebuah hal yang cukup penting.

Porsi makan lansia juga akan berbeda-beda untuk setiap individu, tetapi National Institute on Aging juga menganjurkan untuk dapat mengonsumsi sayur dan juga buah-buahan lima porsi perhari. Kemudian untuk beras, gandum, dan biji-bijian sebanyak 150 sampai dengan 300 gram per hari.

Makanan sumber protein seperti daging ayam s1288 yang banyak orang konsumsi, tahu, ikan, dan juga tempe dalam sehari dibutuhkan 150 sampai 200 gram. Selanjutnya susu sebesar 3 gelas per hari, dan minyak sebesar 5 sampai 8 sendok teh, juga batasi konsumsi gula. Usahakan juga nantinya hanya mengonsumsi 4 sendok makan gula dan 1 sendok teh garam dalam per hari. Berikut ini, beberapa resep snack yang kami rekomendasikan untuk kesehatan lansia.

Bubur Kacang Hijau

Salah satu snack sehat lansia adalah bubur kacang hijau. Kacang hijau yang mengandung sejumlah mineral yang juga sangat penting untuk kesehatan tubuh. Beberapa di antaranya seperti kalsium, asam folat, magnesium, besi, dan fosfor. Kandungan kalsium dan juga magnesium yang ada di dalamnya sangat baik untuk kesehatan jantung.

Berikut beberapa bahan yang nantinya perlu disiapkan yaitu kacang hijau sebanyak 250 g yang telah dicuci dan juga direndam selama satu jam, air mineral 2 liter, gula merah 100 g, santan kental 150 ml, gula pasir 4 sdm, garam secukupnya, jahe, dan daun pandan.

Smoothie

Smoothie adalah sebuah snack sehat yang pas untuk lansia, snack ini juga dapat menunda rasa lapar. Selain itu, smoothie yang dibuat dengan menggunakan alpukat, selai kacang dan greek yoghurt sebagai pengentalnya akan sangat bergizi sehingga cemilan tersebut bisa sangat cocok untuk lansia.

Anda bisa membuatnya smoothie ini sendiri di rumah, salah satu resepnya yaitu Smoothies Mangga Wortel. Bahan-bahan yang perlu Anda siapkan adalah 240 ml susu almond, 1,5 almond butter, wortel parut, mangga segar yang nantinya dipotong dadu, dan es batu. Cara membuatnya juga sangatlah mudah, hanya dengan mencampurkan semua bahan tadi ke dalam blender hingga teksturnya menjadi sangat kental.

Trail Mix

Trail mix adalah sebuah camilan sehat yang terbuat dari berbagai buah kering dan juga terbuat dari aneka kacang-kacangan. Snack ini sangat dibutuhkan oleh lansia karena mengandung protein, karbohidrat, kalsium, folat, zat besi, dan juga berbagai vitamin serta mineral yang baik untuk tubuh lansia.

Anda bisa membuat camilan ini cukup mudah di rumah, bahan-bahan yang diperlukan adalah 2 cup kacang panggang kering yang telah diasinkan, kemudian 2 cup kismis, 2 cup pretzel, dan 1 cup selai kacang. Cara membuatnya juga sangatlah sederhana hanya dengan mencampurkan semua bahannya di dalam mangkuk besar, lalu kemudian tutup dan simpan agar nantinya tetap renyah.

Yoghurt dengan Buah

Hasil fermentasi dari susu ini kaya akan vitamin dan probiotik yang nantinya sangat baik untuk pencernaan. Yoghurt juga bermanfaat untuk meningkatkan kepadatan tulang panggul khususnya pada wanita. Mengonsumsi yoghurt diketahui dapat ampuh mengurangi risiko osteoporosis yang biasanya akan sering terjadi pada lansia. Agar yoghurt semakin menyehatkan, Anda juga bisa mencampurkannya dengan aneka buah-buahan.

Sandwich Daging dan Sayur

Sandwich adalah sebuah snack yang enak dan juga sangat menyehatkan. Camilan yang satu ini sangat cocok untuk tubuh lansia, terutama dengan isian daging dan sayur. Sayuran akan dapat mencukupi kebutuhan serat, vitamin, dan juga mineral. Kemudian untuk proteinnya bisa didapat dari daging. Untuk nutrisi karbohidratnya, Anda bisa menggunakan roti gandum atau juga sourdough yang lebih kaya serat dan juga lebih sehat.

Cheese and Cracker

Cheese and cracker adalah sebuah camilan sehat yang sangat cocok untuk lansia. Snack atau camilan ini kaya akan serat dari cracker yang terbuat dari gandum juga kalsium dan fosfor dari kejunya. Makanan sehat ini juga bisa Anda buat sendiri di rumah.

Dengan bahan-bahan yang cukup sederhana, dan harus Anda siapkan yaitu keju cheddar yang telah dipotong dadu besar, smoked beef, serta 1 ikat daun kemangi yang hanya diambil daunnya saja. Bahan selanjutnya 1 bungkus cracker asin dan 2 sendok makan minyak goreng.

Cara membuatnya cukup mudah yaitu hanya dengan cara memanaskan minyak, masak smoked beef hingga sedikit kering atau sampai berubah warna. Kemudian susun cracker, smoke beef, daun kemangi, dan juga keju. Lalu Tusuk dengan lidi agar tidak jatuh.

Telur Rebus Matang

Telur rebus matang adalah sebuah snack yang cukup sehat yang sangat cocok untuk lansia karena mengandung 78 kalori. Namun perhatikan konsumsinya, karena telur rebus juga mengandung karbohidrat dan kolesterol.

Demikian itulah beberapa rekomendasi camilan sehat untuk lansia. Anda nantinya tidak perlu bingung untuk menyiapkan snack apa yang pas untuk lansia. Kebutuhan nutrisi untuk lansia menjadi sebuah hal yang nantinya harus dipenuhi, oleh karena itu anda bisa mencoba beberapa resep ini. Selamat mencoba!

Resep Makanan Sehat untuk Orang Tua

Posted on November 28, 2020 in Main by

Makanan untuk tiap usia tentunya akan berbeda nutrisi dan juga pola makannya. Mulai dari anak-anak, dewasa hingga orang lanjut usia (lansia) memiliki pola makan yang berbeda-beda juga nutrisi yang dibutuhkan pun juga berbeda. Menjaga pola makan sangat dibutuhkan oleh mereka orang-orang lanjut usia. Tentunya untuk menjaga kesehatan tubuh dan terhindar dari berbagai macam penyakit yang tidak diinginkan, selain itu memperhatikan kandungan nutrisi juga menjadi sebuah hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Resep Makanan Sehat untuk Orang Tua

Salah satu cara untuk dapat menjaganya adalah dengan memasak sendiri di rumah, untuk memastikan nutrisi dan juga  pola makan pada orang tua anda dapat tetap terjaga. Namun, jika anda bingung menu masakan seperti apa yang cocok untuk di santap oleh lansia, maka berikut ini akan kita bahas beberapa resep makanan sehat untuk orang lanjut usia (lansia).

Beberapa rekomendasi menu tersebut dapat anda coba untuk memenuhi sebuah kebutuhan nutrisi harian dari orang tua anda di rumah. Seiring dengan bertambahnya usia, beberapa kandungan nutrisi memang perlu untuk dikurangi, namun sebagian lagi perlu juga untuk dipertahankan atau malah ditingkatkan. Ketika menginjak usia 60 an, orang-orang lanjut usia nantinya akan mulai membutuhkan kalsium yang lebih untuk tetap menjaga kepadatan tulang di usia senja. 

Sop Ayam

Sop ayam menjadi sebuah makanan yang paling mudah dibuat oleh semua orang. Dengan cita rasa enak dan pastinya cukup sehat. Sop ayam digolongkan ke dalam makanan sehat, karena terbuat dari aneka sayur dengan berbagai kandungan serat dan vitamin yang cukup tinggi, selain itu menggunakan daging ayam yang cukup tinggi protein dan rendah kolesterol. Wortel yang ada pada sop juga memberikan sebuah asupan vitamin A yang dibutuhkan oleh orang tua, yang bermanfaat untuk dapat meningkatkan fungsi penglihatan mata. Apalagi jika sop yang dibuatkan hangat dengan berbagai jenis sayur di dalamnya.

Lasagna aneka sayur

Lasagna biasanya terbuat menggunakan bahan daging cincang, coba kurangi penggunaan daging cincang dan anda bisa menggantinya dengan sayuran yang sudah dipotong sebelumnya. Hal ini untuk menghindari tingginya kandungan kolesterol yang akan dikonsumsi, selain itu, resep ini akan dapat menambah rasa pada lasagna yang masih jarang ditemukan. 

Gunakan pasta lembaran dan kemudian rebus pastanya terlebih dahulu. Jangan lupa siapkan sedikit daging cincang, perbandingannya 1:2 dengan aneka sayuran, seperti bayam, wortel, daun bawang, ataupun jagung manis. Sayuran seperti bayam, wortel dapat dicuci dan kemudian anda rebus terlebih dahulu. 

Anda juga bebas memilih untuk menggunakan sayur apa, selanjutnya sayur akan dicampurkan dengan adonan daging bersamaan dengan saus tomat. Tahap terakhir, susun pasta lembaran diikuti juga dengan saus daging dan sayur, begitu seterusnya sampai adonan memenuhi baki panggangan. Lasagna tinggal dipanggang dan sudah siap dihidangkan!

Sup Labu

Membuat kreasi sup yang lembut terbuat dari labu, bisa jadi makanan yang cocok untuk lansia. Labu yang akan digunakan dapat berupa labu madu atau butter pumpkin. Labu ini memiliki rasa yang agak manis dan juga tekstur yang lebih lembut ketika diolah. Labu jika dikonsumsi orang tua maka akan sangat bermanfaat bagi penglihatan mereka dan juga dapat menurunkan tekanan darah.

Cara membuat sup labu pun juga cukup mudah, pertama tumis bawang merah, bawang putih, bawang bombay, wortel, kentang, beberapa batang seledri, dan juga labu sampai semuanya menjadi harum. Setelah itu masukkan kaldu ayam dan kemudian tunggu sampai mendidih, jika sudah mendidih maka keluarkan dan masukkan ke dalam blender untuk kemudian dihaluskan. Haluskan semua bahan tadi sampai semua tekstur nantinya benar-benar halus dan siap disajikan!

Pie Buah

Bagaimanapun makanan manis juga akan sangat dibutuhkan oleh siapapun, termasuk juga orang tua. Untuk dapat menyiasati agar makanan manis nantinya tetap sehat untuk dikonsumsi, maka anda bisa menambahkan beberapa buah segar untuk bisa menambahkan rasa dan juga nutrisi seperti serat maupun gula alami. Nutrisi tersebut berguna untuk menambah energi dalam beraktifitas. Pie Buah dapat disajikan sebagai makanan ringan untuk menyiasati orang tua anda yang kurang suka mengonsumsi buah secara langsung.

Salad sayur

Salad memang cukup mengintimidasi untuk dikonsumsi orang lanjut usia. Akan tetapi jika diolah dengan baik dan dilakukan pemilihan bahan yang tepat, maka akan menghasilkan rasa salad yang segar dan tetap enak untuk dikonsumsi lansia. Salad biasanya mengandung beberapa sayur, buah-buahan, kacang-kacangan juga protein dengan saus atau dressing.

Salad sayur yang dibuat untuk dikonsumsi orang tua nantinya dapat terdiri dari ayam panggang, selada, tomat ceri, timun jepang, buah mangga, buah alpukat, beberapa helai daun ketumbar, dan kacang almond. Campurkan dengan saus yang terbuat dari minyak zaitun, madu, garam, bawang putih dan juga lada hitam.

Kentang tumbuk

Konsumsi kentang tumbuk bisa di buat untuk menggantikan konsumsi nasi putih. Apalagi dengan rasa kentang tumbuk yang kita tau cukup gurih dan juga creamy. Terbuat dari kentang yang sebelumnya sudah direbus, dengan ditambahkan susu lalu dihancurkan sampai halus.

Susu yang digunakan agar tetap aman dan juga sehat untuk dikonsumsi orang tua anda nantinya dapat menggunakan susu kacang kedelai atau susu almond, selain itu tambahkan juga sedikit lada hitam dan juga bawang putih untuk menambah rasa gurih di dalamnya. Kentang tumbuk paling cocok disajikan dengan daging sapi atau juga tambahan ikan salmon.

Sup kacang merah

Sup kacang merah juga merupakan sebuah sayur yang cukup digemari. Biasanya dipadukan dengan daging sapi untuk dapat menambah rasa gurih, namun jika anda kurang menyukai daging sapi, dapat juga dipadukan dengan beberapa daging ayam. 

Kacang merah merupakan salah satu dari jenis kacang yang baik untuk dapat menjaga kesehatan jantung, di usia yang tidak lagi muda hal tersebut cukup dibutuhkan oleh tubuh. Cara mengolahnya pun juga cukup mudah seperti mengolah sup ayam namun anda bisa menambahkan kacang merah sebagai salah satu bahannya.

Oatmeal Pisang

Perpaduan antara pisang dan oatmeal dapat memberikan sebuah rasa kenyang yang cukup lama saat dikonsumsi pada pagi hari. Cocok untuk dapat dikonsumsi oleh orang tua, karena dapat memberikan sebuah manfaat seperti menurunkan kadar kolesterol, mengurangi resiko jantung, dan  juga dapat menstabilkan gula darah, dimana semuanya ini akan bisa didapatkan dari mengonsumsi oatmeal. Cukup dengan memasak oatmeal, dan tambahkan topping pisang diatasnya atau dengan buah-buahan lainnya seperti blueberry atau strawberry.

Demikian itulah beberapa resep makanan yang cocok dimakan oleh lansia. Anda bisa mencoba beberapa resep tersebut untuk menu yang baik dikonsumsi oleh lansia. Anda juga bisa membaca artikel lainnya tentang makanan apa saja yang cocok dimakan oleh lansia. Selamat berkreasi!

Makanan Penurun Darah Tinggi Lansia

Posted on October 20, 2020 in Main by

Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi yang dialami oleh lansia adalah sebuah kondisi yang tidak boleh diabaikan keberadaanya. Hipertensi adalah sebuah penyakit yang bisa menyebabkan komplikasi yang cukup berbahaya yang dialami oleh lansia, seperti penyakit jantung, stroke, dan bahkan mengakibatkan kematian. Kondisi yang disebut dengan hipertensi adalah ketika hasil tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah dari hasil diastolik melebihi angka 90 mmHg.

Ketika mengalami sebuah tekanan darah tinggi, lalu kemudian dibiarkan tanpa sebuah penanganan, maka jantung akan dipaksa untuk dapat terus bekerja lebih keras agar dapat memompa darah ke situs sbobet dan seluruh tubuh. Kondisi inilah yang akan menjadi salah satu penyebab dari penyakit hipertensi bisa menimbulkan sebuah komplikasi kesehatan yang cukup parah.

Makanan Penurun Darah Tinggi Lansia

Mengubah sebuah gaya hidup menjadi lebih sehat sangat dianjurkan untuk mengurangi peluang lansia mengalami hipertensi. Salah satu yang bisa dilakukan yaitu dengan mengkonsumsi berbagai macam makanan yang difungsikan untuk menurunkan darah tinggi. Apa sajakah makanan yang dapat membantu untuk bisa menurunkan darah tinggi tersebut ? Berikut ini, akan dibahas beberapa makanan yang dapat menurunkan penyakit hipertensi yang biasanya dialami oleh lansia.

Sayuran hijau

Potasium yang biasanya terdapat di dalam sayuran hijau ternyata dapat membantu ginjal untuk dapat mengeluarkan lebih banyak sodium yang ada melalui urine. Efek ini juga akan menurunkan tekanan darah tinggi. Berikut ini adalah beberapa sayuran yang juga dapat menurunkan darah tinggi, sayuran tersebut baik dikonsumsi karena mengandung banyak potasium seperti: Selada, Kubis, Lobak hijau ,Sawi, Bayam Bit hijau, Arugula dan masih banyak jenis sayuran hijau lainnya.

Bawang putih

Bawang putih ternyata juga termasuk kedalam makanan penurun darah tinggi. Karena bawang putih dapat meningkatkan kadar oksida nitrat yang terdapat dalam tubuh. Oksida nitrat ini juga kandungan yang dapat membantu meningkatkan kadar vasodilatasi, atau bisa meningkatkan pelebaran arteri yang berdampak pada penurunan tekanan darah tinggi.

Sayur bit

Bit termasuk sebagai makanan penurun darah tinggi karena mengandung kandungan oksida nitrat, yang dapat membantu untuk membuka pembuluh darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Para penelitian bahkan juga mendapati jika kandungan nitrat yang terdapat dalam buat bit dapat menurunkan tekanan darah pada objek penelitian selama kurun waktu 24 jam. Untuk mengkonsumsi sayur bit, Anda dapat menjadikannya sebagai sebuah hidangan atau mengonsumsinya dalam bentuk jus.

Yogurt

Yogurt adalah sebuah sumber kalsium yang sangat baik dan juga menjadi sumber kalsium yang cukup rendah lemak. Nutrisi ini adalah sebuah elemen penting dari program diet untuk dapat menurunkan tekanan darah. Menurut yang dilansir oleh American Heart Association, wanita yang mengkonsumsi beberapa porsi yogurt dalam seminggu, bisa mengalami pengurangan sebanyak 20 persen dari risiko terkena tekanan darah tinggi, yang akan dialami pada hari tua.

Saat membeli yogurt, sebaiknya Anda juga tidak memilih yang mengandung gula. Untuk variasi rasa, nantinya Anda bisa menambahkan yogurt dengan tambahan buah atau kacang-kacangan yang dapat menambah citarasanya. Jika kurang selera dengan yogurt, Anda juga bisa memilih susu skim sebagai pengganti makanan untuk menurunkan darah tinggi. Karena olahan susu tersebut juga mengandung kalsium rendah lemak.

Oatmeal

Oatmeal adalah sebuah makanan yang mengandung serat yang cukup tinggi serta rendah lemak, juga rendah sodium. Nutrisi ini sangat baik untuk membantu Anda menurunkan tekanan darah. Makan oatmeal untuk sarapan, sarapan dengan menggunakan oatmeal cukup baik, anda juga bisa menambahkan buah-buahan atau kacang-kacangan untuk dapat memperkaya asupan nutrisi.

Minyak zaitun

Minyak zaitun adalah sebuah contoh makanan dengan kandungan lemak sehat. Minyak zaitun mengandung sebuah polifenol, yang merupakan senyawa anti peradangan yang dapat membantu mengurangi penyakit tekanan darah.

Ikan tinggi omega-3

Ikan yang diketahui memiliki mengandung omega-3 yang tinggi, seperti ikan salmon dan makarel dapat menjadi makanan yang digunakan untuk menurunkan darah tinggi. Tak hanya itu saja, kandungan omega 3 pada ikan juga dapat bermanfaat untuk mengurangi peradangan dan menurunkan trigliserida. Ikan juga termasuk sebuah sumber makanan yang mengandung banyak protein tinggi dan vitamin D. Vitamin D sendiri adalah kandungan yang memiliki sifat yang dapat menurunkan tekanan darah.

Kuaci

Beberapa jenis biji-bijian seperti halnya biji bunga matahari dan juga biji labu terbukti mengandung kalium, magnesium, serta mineral yang dapat berguna untuk mengurangi tekanan darah. Anda nantinya bisa mengkonsumsi biji-bijian setiap hari sebagai pengganti camilan di antara waktu makan.

Cokelat hitam

Studi yang dilakukan pada 2015 menemukan fakta bahwa makan coklat hitam dapat membuat resiko lebih rendah untuk terkenal penyakit kardiovaskular. Studi ini menunjukkan jika mengkonsumsi hingga 100 gram cokelat hitam per hari maka akan menurunkan resiko terkena penyakit darah tinggi. Coklat hitam mengandung lebih dari 60% padatan kakao dan memiliki lebih sedikit gila dari pada jenis coklat biasanya. Anda juga dapat menambahkan coklat hitam ke dalam yougruht atau dengan beberapa buah-buahan seperti stroberi, blueberry, atau raspberry, sebagai makanan penutup yang sehat.

Kacang pistachio

Pistachio adalah kacang yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan untuk penurun darah tinggi. Karena dapat menurunkan sebuah kadar dari tekanan darah dengan mengurangi ketegangan dari pembuluh darah perifer atau penyempitan pada pembuluh darah, dan detak jantung. Penelitian juga menemukan bahwa diet dengan satu porsi pistachio dapat membantu mengurangi tekanan darah.

Buah beri

Buah beri, terutama jenis blueberry, merupakan buah yang kaya akan senyawa alami yang disebut dengan flavonoid. Studi menemukan jika mengonsumsi senyawa ini dapat mencegah penyakit hipertensi dan membantu menurunkan tekanan darah seseorang. Blueberry, raspberry, maupun stroberi bisa dikonsumsi dengan cara langsung untuk mendapatkan manfaatnya. Buah-buahan ini juga dapat disantap bersama dengan sereal di pagi hari.

Pisang

Pisang adalah buah yang memiliki kandungan potasium tinggi. Nutrisi inilah yang kemudian membuat pisang dapat menjadi sebuah makanan penurun darah tinggi yang baik. Kandungan potasium dalam pisang dapat m untuk mengeluarkan banyak kadar sodium melalui cairan urine. Efek ini nantinya akan menurunkan darah tinggi.

Buah delima

Delima adalah buah yang sehat yang bisa Anda nikmati secara langsung atau dapat juga dijadikan sebagai jus. Sebuah studi yang menyebutkan bahwa minum segelas jus delima sehari selama empat minggu dapat membantu menurunkan tekanan darah dalam waktu singkat. Oleh karena itu, buah delima sendiri dianggap sebagai buah yang termasuk ke dalam makanan penurun darah tinggi.

Demikian itulah beberapa makanan yang dapat digunakan untuk mengurangi tekanan darah tinggi yang dialami oleh lansia. Penyakit darah tinggi dapat menyebabkan penyakit komplikasi lainnya jika tidak melakukan pantangan makan. Oleh karena itu dengan memakan beberapa makanan yang telah direkomendasikan di atas diharapkan dapat berguna untuk menurunkan tekanan darah tinggi terutama yang dialami oleh lansia.

Cara Cegah Pikun pada Lansia

Posted on October 20, 2020 in Main by

Orang yang yang sudah lanjut usianya sudah dianggap sangat wajar jika sering lupa atau mengalami pikun. Seiring dengan bertambahnya usia, kemampuan dari otak seseorang untuk dapat berpikir dan juga untuk mengingat memang menjadi sebuah hal yang nantinya dapat menurun. Tapi, penyakit pikun pada lansia sebaiknya menjadi sebuah hal yang jangan dimaklumi, karena kondisi ini masih dapat dicegah dengan menggunakan beberapa cara.

Walaupun banyak lansia yang mengalaminya, tapi demensia atau sebuah penyakit pikun bukanlah sebuah proses yang normal dari sebuah proses penuaan. Pikun merupakan masalah dari kesehatan yang disebabkan oleh adanya sebuah kerusakan pada sel-sel otak yang dapat membuat kemampuan komunikasi yang ada antara sel-sel tersebut terganggu. Ciri-ciri dari orang yang mengalami sebuah pikun adalah berkurangnya sebuah daya ingat, menurunnya sebuah kemampuan berpikir dan juga menurunya cara untuk dapat memahami sesuatu, serta menurunnya sebuah kecerdasan mental bagi orang tua.

Cara Cegah Pikun pada Lansia

Jika pikun dimaklumi dan menjadi hal yang dibiarkan saja, maka kemampuan otak seseorang akan semakin melemah dan akan berisiko mengalami sebuah alzheimer. Hal tersebut yang ditandai dengan hilangnya beberapa memori, kesulitan berpikir dan juga sulit untuk memecahkan masalah, bahkan kesulitan untuk berbahasa. Selain itu, orangtua yang sudah pikun biasanya juga akan mengalami sebuah rasa depresi, sering marah-marah, kesulitan untuk dapat bersosialisasi, bahkan bisa berhalusinasi cukup parah. Ia pun jadi tidak mampu hidup sendiri dan juga jadi tidak mampu bergantung pada bantuan orang lain.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dari 76 persen kasus yang terjadi pada penurunan kemampuan otak menjadi sebuah hal yang dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat. Jadi, untuk mencegah penyakit pikun, yang dilakukan oleh orang tua yang sudah berumur lebih dari 60 tahun ke atas, sudah dianjurkan untuk menerapkan sebuah pola hidup sehat. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah lansia menjadi pikun.

Menjaga Kepala dari Benturan

Kondisi tubuh orang yang sudah lanjut usia biasanya akan sangat rentan dan jika terjatuh atau mengalami sebuah benturan, dapat berakibat pada kondisi serius bahkan fatal. Karena itu orang lansia perlu sangat berhati-hati dalam beraktivitas. Pada saat mengendarai sepeda motor, selalu gunakan sebuah helm untuk menjaga kepala dari benturan yang keras atau mengalami sebuah cedera otak yang bisa menyebabkan pikun atau demensia.

Membaca dan Menulis

Kedua aktivitas ini juga menjadi aktivitas yang efektif untuk melatih dan menstimulasi sel-sel saraf dan juga sel otak. Jadi, orangtua yang nantinya akan dianjurkan untuk sering-sering membaca sebuah majalah atau koran dan menulis buku harian agar nantinya mereka tidak cepat pikun. Jika memang orang tua sering lupa, maka akan disarankan untuk mencatat segala hal yang perlu diingat dan menulisnya di dalam sebuah buku.

Bermain Catur

Catur adalah sebuah olahraga yang dikenal cukup baik untuk melatih otak seseorang. Dengan bermain catur, orangtua yang bisanya akan dapat mengasah dan memaksimalkan sebuah fungsi otak, sehingga mencegah mereka menjadi pikun.

Melakukan Permainan Memori

Selain bermain catur, lansia juga disarankan untuk sering-sering bermain sebuah permainan yang melatih memori, seperti permainan teka-teki silang, permainan studi kasus, atau sebuah permainan optical illusions. Permainan-permainan tersebut nantinya akan menjadi sebuah cara yang dapat membuat mereka berpikir dan menggunakan logika mereka untuk memecahkan sebuah masalah. Sehingga nantinya akan berdampak sangat baik untuk meningkatkan dan juga untuk dapat menajamkan sebuah kemampuan otak setiap lansia.

Menerapkan Gaya Hidup Sehat

Menghentikan sebuah kebiasaan buruk seperti halnya sebuah kebiasaan merokok dan mengonsumsi berbagai macam minuman beralkohol, serta mulai menerapkan sebuah kebiasaan berolahraga secara teratur, serta mengkonsumsi sebuah makanan dan minuman yang sehat, melakukan istirahat yang cukup. Hal itu semua sebagai sebuah cara yang cukup efektif untuk mencegah pikun yang dialami oleh lansia. Selain itu, konsumsi juga berbagai makanan sehat yang sangat baik untuk kesehatan otak, diantaranya seperti coklat hitam, buah alpukat, blueberry, ikan salmon dan juga telur.

Bersosialisasi

Aktif dalam bersosialisasi juga merupakan sebuah kegiatan yang baik untuk dapat mencegah penyakit pikun. Dengan sering berkomunikasi dan juga bersosialisasi dengan anggota keluarga, maka hal tersebut dapat menghindari orang tua atau lansia dari penyakit pikun.Orang tua yang sudah berusia lanjut dapat menjaga dan juga mereka dapat meningkatkan kemampuan otak, khususnya bagian otak yang mengatur fungsi dalam komunikasi.

Aktivitas Spiritual

Aktivitas ibadah yang juga menjadi sebuah hal dipercaya memiliki peran yang cukup signifikan dalam menjaga dan meningkatkan sebuah fokus pada otak. Serta menjaga kesehatan mental dalam diri setiap orang. Jadi, orangtua bisa mengisi waktu mereka dengan ikut terlibat dalam berbagai macam kegiatan rohani agar kemampuan otak tidak mengalami penurunan. Selain itu, kegiatan seperti berpuasa juga terbukti bermanfaat untuk dapat memperbaiki dan meningkatkan sebuah kinerja dari sel-sel otak.

Jauhi stres

Stres bisa sangat berdampak buruk bagi otak lansia. Kadar hormon stress ataupun juga kadar kortisol yang tinggi akan dapat membuat lebih sulit informasi dari ingatan (me-recall memori). Karenanya, lansia disarankan untuk menghindari sebuah pikiran berat dan bermacam-macam. Cobalah berbagai cara untuk dapat rileks, seperti meditasi,massage, atau yoga. Bisa juga mencari sebuah hobi baru yang menarik dan menyenangkan. Hal tersebut dapat menstimulasi kerja otak agar dapat terus aktif.

Kualitas tidur optimal

Tak hanya manfaat sebuah tidur siang untuk anak yang dapat meningkatkan IQ, menjaga kualitas tidur utamanya pada saat malam hari juga membantu otak tetap terjaga. Selain itu, kebersihan pada saat tidur juga meningkatkan fungsi dari sel otak.

Suasana rumah mendukung

Sekarang sudah ada begitu banyak teknologi yang dapat memudahkan daya ingat, seperti memasang sebuah pengingat di ponsel atau memasang di kalender. Khusus untuk hal-hal yang nantinya diakses cukup rutin seperti letak kacamata, letak kunci, atau dompet, letakkan di lokasi yang nantinya mudah mudah untuk diingat.

Jaga kolesterol dan tekanan darah

Selain bagian dari indikator seseorang mengalami sindrom metabolik, kadar kolesterol dan juga kadar tekanan darah menjadi sebuah hal yang cukup penting untuk dijaga, demi kesehatan otak seseorang. Ketika kolesterol dan tekanan darah nantinya tidak terkendali, resiko untuk mengalami penyakit jantung dan juga penyakit stroke akan meningkat. Hal ini bisa menyebabkan lansia mengalami penyakit demensia.

Jaga berat badan

Berat badan yang ideal dari lansia juga sebaiknya dijaga dengan betul demi kesehatan otak. Caranya dengan memilih apa saja makanan yang akan dikonsumsi dan pastikan makanan tersebut benar-benar bernutrisi. Langkah ini terbukti dapat meningkatkan fungsi kognitif seseorang.

Itulah beberapa aktivitas yang bisa membantu mencegah lansia mengalami kondisi demensia atau pikun. Dengan memperhatikan beberapa poin di atas, diharapkan dapat mencegah terjadinya pikun, karena penyakit pikun adalah penyakit yang pastinya dapat menimpa siapa saja orang yang sudah lanjut usia. Tapi, kita dapat meminimalisirnya dengan memperhatikan kesehatannya.

Buah Yang Baik Dikonsumsi Lansia

Posted on September 19, 2020 in Main by

Dimana pada saat memasuki sebuah usia yang sudah lanjut nantinya anda harus lebih untuk dapat memperhatikan makanan dan juga beberapa konsumsi yang cocok. Makanan  yang dimana sarat ntris dengan sebuah konsistensi yang dimana juga sesuai dengan struktur dari gigi lansia dengan sebuah konsistensi  yang sesuai dengan struktur gigi lansia yang dimana dalam hal ini sendiri tentunya akan membantu sistem sebuah pencernaan dan  juga sebuah sistem dari metabolisme tubuh  yang dimana nantinya Anda agar anda yang juga tetap berjalan dengan cara yang optimal, salah satu contohnya dimana  adalah buah-buahan. 

Berikut ini yang dimana adalah beberapa buah-buahan yang  dimana menjadi buah yang baik dikonsumsi bagi lansia. Pada saat tubuh memasuki masa tua dimana daya kerja pencernaan yang sudah tidak seoptimal dulu ketika saat muda. Dimana ada beberapa makanan dan juga ada agen sbobet terpercaya beberapa buah yang memang tidak dianjurkan oleh lansia. Lansia yang juga harus memilih tentang apa yang mereka makanan agar nantinya bermanfaat dan juga tidak terbuang sia-sia. Orang tua yang  dimana biasanya telah berusia lebih dari 65 tahun yang dimana biasanya telah dikategorikan sebagai orang lanjut usia (lansia). 

Orang-orang yang dimana dengan golongan usia ini sendiri yaitu sebaiknya memperhatikan sebuah asupan makanan.

Selain untuk dapat menghindari beberapa faktor risiko yang nantinya akan muncul atau  juga yang nantinya akan kambuhnya penyakit, mengkonsumsi makanan yang lebih tepat untuk lansia juga  nantinya akan dapat meningkatkan sebuah kesehatan fisiknya.

Buah untuk Kesehatan Lansia 

Buah dan juga sayur yang dimana juga nantinya akan menjadi makanan yang dimana wajib yang juga harus dikonsumsi oleh lansia, dan hanya saja beberapa buah tersebut yang dimana penyajiannya  juga menjadi salah satu yang harus diperhatikan. Kebanyakan lansia  yang dimana diketahui mempunyai gigi yang dimana tidak utuh lagi, oleh sebab itu mengolah buah dan juga sayur agar dapat mudah untuk dapat dimakan oleh lansia yang juga menjadi salah satu hal yang juga  sangat penting untuk dapat diperhatikan. Berikut ini akan dibahas beberapa buah-buahan yang cocok untuk dimakan oleh lansia. Buah buah tersebut yang di antara lainnya seperti. 

Pisang

Buah pisang sendiri yang dimana sekarang ini dikenal mengandung berbagai macam vitamin yang baik untuk kesehatan mata sekaligus juga untuk kulit. Selain itu dimana buah pisang ini adalah buah yang mengandung karbohidrat,kalium, kalori, zat besi dan juga air,  buah pisang juga buah yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh lansia. Bahkan buah pisang juga baik dikonsumsi pada setiap harinya. Karena buah pisang yang diketahui mampu mengobati beberapa penyakit seperti tekanan darah tinggi, anemia, depresi, sakit jantung, dan juga dapat menyembuhkan sembelit yang diderita oleh lansia  dan juga masih banyak lagi.

Melon

Buah selanjutnya yang juga menjadi buah yang baik dikonsumsi untuk lansia yaitu adalah buah melon. Buah melon sendiri adalah buah manis dengan tekstur yang empuk sehingga buah ini juga sangat cocok dimakan dan juga dikonsumsi oleh lansia. Buah ini juga adalah buah yang memiliki banyak kandungan yang berguna dan juga menjadi salah satu buah yang mengandung banyak vitamin dan juga mineral yang dibutuhkan oleh lansia. Buah ini juga menjadi salah satu buah yang dapat mencegah terjadinya penyakit stroke yang biasanya menjadi suatu penyakit yang menyerang para lansia. Hal ini  tentunya disebabkan karena di dalam buah melon ini sendiri  di dalam buah terdapat zat antikoagulan yang dimana zat ini adalah sebuah zat yang sangat  bermanfaat untuk dapat menghentikan penggumpalan darah yang diderita oleh orang lanjut usia.

Apel

Kita umumnya sudah tau bahwa buah apel adalah salah satu buah yang dimana dikenal dengan segudang manfaat untuk tubuh. Buah apel adalah salah satu buah yang juga sangat  baik  untuk dapat dikonsumsi oleh siapapun juga menjadi buah yang memang bagus di konsumsi terutama lansia. Tapi sebagian besar orang  yang rutin mengkonsumsi buah apel yaitu dengan  cara mengupas kulit dan juga  membuangnya. Padahal,  dimana sebenarnya tanpa mereka sadari bahwa buah ini dimana nutrisi yang paling banyak  ternyata terdapat di kulit apel tersebut. Jadi ketika nantinya  Anda  akan mengkonsumsi buah apel, sebaiknya Anda tentunya juga mengkonsumsinya bersama juga  dengan kulitnya. Tapi sebelumnya dimana  apel tersebut tentunya harus anda  dicuci dengan bersih, di karena kan dimana  sebagian besar apel yang ada dan diperjual belikan di pasaran  mengandung bahan pengawet atau lilin yang melapisinya.

Naga

Buah Naga bukan hanya memiliki bentuk dan juga daging buah yang unik, namun buah ini juga dikenal sebagai salah satu buah yang memiliki banyak sekali kandungan yang baik untuk tubuh terutama untuk lansia yang mengkonsumsi buah ini. Buah naga  yang dimana juga menjadi salah satu buah yang juga banyak mengandung vitamin C, kalsium, karbohidrat,beta karoten serta juga buah ini mengandung kadar serat yang juga cukup tinggi yang juga sangat bermanfaat untuk dapat memperlancar sebuah proses pencernaan. Buah ini  juga menjadi salah satu buah yang dimana juga akan sangat baik dikonsumsi oleh semua kalangan usia termasuk  juga denganlansia. Karena buah ini selain memperlancar sebuah proses pencernaan, buah naga yang juga dikenal menjadi salah satu buah yang dapat menyembuhkan kanker, tumor, rematik, sakit mata, dan juga  asam urat, dan  juga penyakit jantung.

Alpukat

Buah yang juga menjadi buah yang bermanfaat untuk lansia yaitu adalah buah alpukat. Buah ini sendiri yang dimana mengandung sebuah lemak yang tidak jenuh. Dimana lemak ini baik digunakan untuk dapat menjaga kesehatan dari jantung. Jika anda atau juga orang tua anda yang dimana usianya yang juga telah menginjak 50 tahun, sebaiknya anda juga mengkonsumsi buah alpukat ini agar nantinya jantung anda yang juga tetap sehat, dan juga tidak terkena dengan penyakit jantung. 

Belimbing

Selanjutnya dimana buah yang juga sangat penting dikonsumsi oleh lansia yaitu adalah buah belimbing. Buah ini juga menjadi salah satu buah yang tepat dikonsumsi oleh lansia. Terutama bagi lansia yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi atau juga hipertensi. Penyakit jenis ini yang dimana dapat menimbulkan tekanan darah tinggi atau juga hipertensi. Dimana penyakit jenis ini yang dapat menimbulkan gejala seperti halnya  pusing, detak jantung yang tak beraturan, mudah lelah  dan yang lebih parah risiko serangan jantung atau juga stroke. Anda juga yang dimana bisa mengkreasikan belimbing dengan mencampurkan kombinasi beberapa jenis sayur seperti halnya seledri, kacang panjang atau juga timun. Anda bisa mengkonsumsi jus belimbing minimal yaitu sehari sekali untuk dapat menurunkan risiko hipertensi. 

Itulah beberapa buah buahan yang bermanfaat bagi tubuh lansia yang dimana buah-buah tersebut memiliki banyak manfaat untuk tubuh lansia. Beberapa manfaat yang ada dan terkandung dalam buah buah di atas tentunya bisa anda manfaatkan dan juga anda kreasikan dengan menjadikannya jus buah agar lebih mudah untuk dapat dikonsumsi oleh para lansia. Semoga info ini dapat membantu anda. Terimakasih. 

Kiat Tepat Menjaga dan Merawat Lansia

Posted on September 3, 2020 in Kesehatan Lansia by

Tinggal dengan lansia dengan kondisi yang tidak sehat? Tentunya anda jangan khawatir dengan cara merawat lansia yang tentunya bisa dengan mudah anda lakukan. Tentunya tips merawat lansia wajib diketahui sejak usia masih muda. Sebab, ada beberapa trik khusu yang dimana bertujuan supaya mereka nantinya tidak merasa disepelekan atau dianggap tidak mampu melakukan apa-apa. 

Ya, merawat lansia juga bisa menjadi salah satu hal yang  yang juga menantang. Terlebih jika dimana mereka tidak mau dibantu karena beberapa lansia yang dimana terkadang masih merasa “bisa”. Meskipun sebenarnya jika secara fisik, mereka yang memang sudah tak kuat. Kompleksnya perasaan yang tentunya  juga biasanya menjadi suatu hal yang dialami oleh lansia. Di satu sisi, ada juga yang beberapa lansia yang dimana sudah merasa tidak berdaya, tidak percaya diri lagi, dan merasa membebani orang lain jika mereka dibantu. 

Karena itulah, jika tak pandai-pandai dalam mengatur perasaan dan  juga tak paham betul soal cara untuk dapat merawat orang tua yang dimana sudah lanjut usia, kenyamanan justru menjadi suatu hal yang  tak bisa diwujudkan. Sementara itu, dimana hasil penelitian yang ada dari Pusat Penelitian dan juga pusat Pengembangan Kependudukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau (Pusdu BKKBN) Jakarta  yang dimana  dari data tersebut menyebutkan, jika tahun 2016 silam, Indonesia sendiri memiliki 22,6 juta lansia. 

Kiat Tepat Menjaga dan Merawat Lansia

Diprediksi, juga dimana  sekitar 14 tahun lagi, jumlah tersebut yang juga akan naik menjadi sekitar 41 juta orang. Jadi, dimana pada tahun 2030, di taksir di Indonesia sendiri akan memiliki populasi menua  atau (ageing population). Namun, dimana perubahan struktur dari penduduk pada masa depan yang dimana juga menjadi salah satu hal yang akan dinilai  mempengaruhi sebuah kesejahteraan lansia. 

Riset yang di dapat dari Lembaga Demografi Universitas Indonesia atau LDUI yang ada pada  tahun 2014 yang dimana menunjukkan jumlah lansia  yang tinggal sendiri yaitu jumlahnya sebanyak 9,66 persen, lansia  yang tinggal dengan pasangan yaitu 13,10 persen, dan untuk yang tinggal dengan orang lain yang jumlahnya yaitu 12,21 persen.

Tentu kita yang mana tak ingin jika jumlah lansia yang dimana tinggal sendiri jumlahnya bertambah banyak. Tak terbayang  jika lansia yang tinggal sendiri dan bila mereka dalam sebuah keadaan sakit dan juga tak bisa meminta bantuan kepada siapa pun, tentunya hal ini juga menjadi salah satu hal yang nantinya dapat membahayakan. Supaya kehadiran kita  tentunya bisa membantu dan juga memberikan harapan untuk mereka, maka dalam artikel ini akan dibahas apa saja tips yang bisa anda gunakan untuk merawat lansia.

Pastikan Rumah yang Ditinggali Aman 

Cedera akibat terpeleset atau juga akibat terjatuh di rumah menjadi masalah yang sering kali dialami oleh lansia. Berdasarkan dengan data Badan Kesehatan Dunia yaitu WHO, dimana diketahui jika, ada sekitar 28-35 persen lansia  yang dimana di atas usia 65 tahun mereka mengalami jatuh setiap tahunnya. Menurut sebuah penelitian lain, yang dimana sekitar 55 persen dari cedera yang dialami  pada lansia biasanya adalah yang dialami saat  mereka berada di rumah! Untuk itu, pastikan jika rumah yang nantinya akan ditinggali lansia cukup aman bagi mereka, seperti lantai yang dimana tentunya tidak boleh licin, pencahayaan yang juga tidak boleh redup, dan  juga letakkan pegangan  atau handrail dan  juga penyangga yang digunakan untuk dapat menghindari resiko jatuh dan juga cedera. 

Pantau Kegiatan Lansia secara Rutin

Tips merawat lansia yang  selanjutnya adalah anda harus memantau. Merawat lansia menjadi suatu hal yang tidak hanya dengan hadir secara fisik saja, tetapi juga ada secara emosional. 

Memberikan sebuah perhatian dengan cara  menelepon, menanyakan tentang kabarnya, atau juga apa yang mereka sedang ia kerjakan. 

Jika memang bisa untuk dapat bergabung dalam beraktivitas bersama, itu juga  tentunya biasa menjadi suatu hal yang tentunya lebih menyenangkan. Misalnya, saja orang tua Anda saat ini sedang senang menjahit atau sedang hobi mengoleksi sesuatu. Maka anda bisa menunjukan rasa dan juga antusias anda, itu bisa meningkatkan keakraban juga. Perhatian sederhana yang juga bisa anda berikan kepada mereka juga menjadi suatu hal yang nantinya akan membuat lansia merasa diingat dan juga dibutuhkan. Hal ini tentunya bisa menjadi suatu hal yang penting ga bagi kesehatan dan juga bagi emosional mereka. 

Miliki Daftar Caregiver Lansia

Merawat lansia juga menjadi suatu hal yang juga merupakan tanggung jawab yang besar dan juga tentunya memerlukan sebuah perhatian dan juga kesabaran ekstra. Bila Anda  nantinya akan terpaksa tidak bisa hadir langsung, pastikan jika nantinya orang yang dapat merawat lansia yang memang orang yang sudah berpengalaman atau paling tidak, anda yang juga dapat memberikan sebuah dukungan penuh.  Jika lansia  yang dimana tidak mampu mandiri atau anda tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari, jangan biarkan mereka sendiri di rumah. Pastikan jika nantinya akan ada orang yang akan membantu atau juga menjadi seorang cari caregiver yang tentunya orang tersebut telah berpengalaman. 

Buat Jadwal 

Bagi Anda yang dimana memang merawat lansia, namun tidak tinggal serumah, Anda  yang juga bisa  dengan menyiasati untuk membuat sebuah jadwal apa yang nantinya harus dilakukan agar nantinya beberapa hal penting tidak terlewat. 

Jadwal tersebut yang juga bisa berisi  sebuah jadwal makan, membersihkan diri, jadwal minum obat, atau jamu untuk pergi berkunjung ke dokter atau jadwal tempat untuk kegiatan mereka.  Jika lansia yang dimana masih dapat berkomunikasi dengan cara yang baik, tanyakan juga tentang keinginannya, semisal untuk makanan yang sedang  mereka ingin makan atau juga  kegiatan apa yang dimana ingin mereka lakukan hari itu. 

Edukasi Diri 

Perbarui juga dengan ilmu Anda  tentang mengenai cara yang benar merawat orang tua ketika sudah lansia, anda bisa memperbanyak ilmu dan pengetahuan tersebut  dengan browsing, menonton video, atau juga bisa dengan membaca buku. Ketahui juga tentang lebih dalam dan juga soal penyakit yang juga sedang dideritanya. Mulai dari tebtabf gejalanya, pencegahannya, pantangan apa saja makanan dan aktivitas yang harus dihindari  hingga juga obat apa saja yang memang rutin untuk dapat dikonsumsi. Pastikan dimana nada  juga Anda juga harus mengetahui tentang penanganan pertama yang tentunya harus anda lakukan jika  nantinya terjadi  sebuah kondisi gawat darurat. Misalnya, saja saat terjadi tersedak, jantung berhenti, atau terjatuh. 

Perhatikan Makanan yang Dikonsumsi

Lansia juga menjadi orang yang cukup beresiko mengalami sebuah kondisi malnutrisi atau kekurangan gizi. Penyebabnya, yang dimana bisa karena adanya sebuah penyakit yang memang mendasari atau juga memang sekadar tidak nafsu makan. Dimana biasanya lansia yang juga melewatkan jadwal makan mereka. Padahal hal ini justru menjadi hal yang dapat memperparah penyakit yang sedang diderita. 

Demikian itulah beberapa tips yang bisa anda gunakan untuk dapat merawat lansia dengan baik dan juga benar. Hal ini tentunya menjadi hal yang bisa anda gunakan juga untuk dapat mempererat hubungan anda dengan orang tua anda.

Vitamin untuk Lansia, Apakah Memang Diperlukan?

Posted on August 27, 2020 in Main by

Seiring dengan bertambahnya usia, fungsi dari tubuh yang dimana biasanya akan mulai mengalami sebuah penurunan sehingga orang tua atau juga lansia yang dimana dalam kondisi ini akan semakin rentan untuk jatuh sakit. Jika sudah begitu, mungkin nantinya anda akan berpikir untuk dapat memberikan sebuah vitamin untuk lansia agar tubuhnya nanti akan tetap bugar dan juga sehat. Namun yang sering menjadi sebuah pertanyaan, apakah lansia benar memang benar membutuhkan vitamin tambahan? Sebelum anda memberikan vitamin untuk lansia, sebaiknya anda juga bisa untuk pahami dulu artikel dibawah ini.

Perlukah lansia minum vitamin tambahan?

Vitamin dan juga mineral adalah merupakan mikronutrien yang sangat penting dan juga dibutuhkan oleh penggemarh joker123 pada tubuh. Walaupun untuk zat ini hanya dibutuhkan dalam skala mikro alias diperlukan untuk tubuh dalam jumlah yang cukup sedikit, setiap orang yang dimana nantinya harus tetap dipenuhi. Vitamin dan juga mineral tidak dapat dihasilkan oleh tubuh, sehingga untuk zat tersebut yang dimana tentunya harus dipenuhi dari luar. Vitamin dan mineral sendiri bisa berupa makanan atau juga dengan menggunakan suplemen. Khususnya yang diberikan bagi lansia yang memang sistem imunnya sendiri sudah mulai mengalami penurunan.

Para ahli yang juga sepakat bahwa cara yang terbaik untuk mendapatkan sebuah asupan vitamin sendiri  yang dimana digunakan cukup adalah dengan melalui makanan yang sehat. Mulai dari salah satunya yaitu memperbanyak makan sayur, buah-buahan, dan juga biji-bijian, dan juga menambah asupan bahan alami lainnya. Lantas, bagaimana dengan tambahan suplemen? Apakah lansia sendiri memang memerlukan vitamin tambahan agar tetap sehat?

Memasuki usia yang biasanya menginjak 50 tahun ke atas, hormon dalam tubuh yang dimana biasanya akan mulai berubah dan juga sudah tidak seimbang. Hal ini lah yang dimana akan membuat Anda akan sulit untuk dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan juga kebutuhan mineral setiap harinya secara alami alias dari konsumsi  makanan. Nah, maka itulah pentingnya sebuah asupan vitamin yang digunakan untuk lansia supaya dapat mencukupi kebutuhan vitaminnya agar tetap terjaga.

Namun sayangnya, dimana para ahli dari Emory University yang juga mengungkapkan bahwa sekitar dari dua pertiga dari lansia yang minum vitamin tapi dimana sebetulnya hal tersebut tidak diperlukan. Bahkan menurut sebuah penelitian yang dilakukan dalam The Journal of Nutrition tahun 2017, yang dimana sebanyak 29 persen lansia sendiri biasanya akan mengonsumsi 4 atau lebih vitamin dalam jumlah sekaligus sekali minum.

Alih-alih hal ini yang akan menyehatkan, namun ternyata jika terlalu banyak dalam asupan vitamin sendiri yang dimana hal ini sendiri malah justru akan dapat berakibat membahayakan kesehatan dari lansia itu sendiri. Tidak menutup juga sebuah kemungkinan bahwa lansia yang dimana juga  bisa mengalami sebuah kondisi overdosis vitamin.

Selain itu, yang dimana juga ada beberapa vitamin yang menang tergolong larut air, yaitu ada vitamin B dan juga C. Kelebihan vitamin yang ada dalam tubuh yang nantinya akan diproses oleh ginjal dan juga akan langsung dikeluarkan lewat urin. Alhasil, vitamin yang sudah diminum oleh lansia sendiri akan jadi sia-sia dan hal tersebut nantinya hanya membuang-buang uang saja.

Kapan lansia perlu vitamin tambahan?

Perlu diingat juga bahwa vitamin sendiri bukanlah obat ajaib. Meskipun vitamin memang dapat membantu untuk dapat meningkatkan daya tahan tubuh, namun yang jadi kenyataannya adalah tidak semua orang butuh ternyata juga perlu vitamin tambahan.

Sebetulnya, perlu atau juga tidaknya vitamin dalam tubuh lansia hal tersebut tentunya hanya bisa untuk dapat ditentukan oleh orang tua itu sendiri atau juga orang-orang yang memang ada di sekitarnya. Apabila jika selama ini lansia yang memang sudah cukup asupan dalam makanan yang bergizi dalam setiap hari, maka lansia yang tidak akan membutuhkan sebuah suplemen tambahan.

Sebaliknya, jika sistem imun atau juga sistem tubuh lansia sendiri yang gampang untuk dapat menurun dan juta gampang jatuh sakit, maka hal tersebut ternyata mungkin saja menjadi salah satu hal yang memang diperlukan yaitu suplemen dan vitamin untuk lansia. Untuk memastikan hal tersebut juga, anda bisa segera konsultasikan ke dokter terdekat.

Vitamin untuk lansia biasanya diperlukan jika:

  • Lansia yang memang sudah  mengalami penurunan nafsu makan.
  • Lansia yang mengalami gigi ompong, sehingga nantinya akan susah mengunyah.

Kondisi-kondisi tersebut yang dimana memang akan membuat lansia jadi sulit makan, sehingga nantinya juga asupannya pun berkurang. Bila orang tua atau juga lansia yang ada di dalam keluarga Anda memang mengalami salah satunya, maka dalam hal ini tentu Anda boleh memberikan sebuah asupan vitamin untuk lansia. Namun dalam hal ini juga alangkah baiknya, jika anda konsultasikan dulu ke dokter tentang mengenai jenis dan juga dosis vitamin yang tentunya tepat untuk lansia. 

Jenis vitamin yang dikhususkan untuk lansia usia 50 tahun ke atas

Maka tak perlu buru-buru untuk dapat mengambil vitamin untuk lansia yang dimana memang sistem imunnya sudah mulai menurun. Sebisa mungkin, untuk anda sendiri agar dapat penuhi kebutuhan vitaminnya anda secara alami melalui makanan yang bergizi.

Kalsium dan vitamin D

Memasuki usia 50 tahun ke atas, yang dimana biasanya jika kepadatan tulang yang nantinya juga akan mulai menurun secara drastis. Hal ini yang juga nantinya akan dapat membuat para lansia yang dimana biasanya mulai rentan mengalami osteoporosis, terutama hal ini pada lansia wanita.

Produksi dalam hormon estrogen yang ada di dalam tubuh yang dimana hal ini sendiri mengakibatkan mulai menurun dan memasuki menopause. Padahal, estrogen yang dimana juga dapat berperan sangat penting untuk menjaga massa dalam tulang. Karena itulah, wanita yang biasanya akan  lebih rentan mengalami kondisi osteoporosis alias kondisi atau penyakit pengeroposan tulang setelah kondisi menopause.

Menurut Angka Kecukupan dalam Mineral milih Kemenkes RI, lansia yang biasanya berusia 50 tahun ke atas yang biasanya akan membutuhkan 15-20 mcg vitamin D dan juga 1000 mg kalsium. Untuk hal ini sendiri dapat memenuhi kebutuhan kalsium, lansia yang dimana dapat mengonsumsi keju, yogurt, atau juga susu. Sementara untuk kecukupan dalam vitamin D, bisa dipenuhi lansia dengan makan kuning telur, keju,ikan tuna, hati sapi, dan juga mackerel.

Omega-3

Asam lemak dan juga omega-3 termasuk juga menjadi salah satu dari jenis dan juga nutrisi atau juga vitamin untuk lansia yang dimana dalam hal ini juga yang tak kalah penting. Pasalnya, omega-3 sendiri yang bermanfaat untuk dapat mengurangi dari pembentukan plak yang ada di dalam arteri, menjaga kadar gula darah dalam tubuh agar tetap normal, hingga juga berguna untuk menjaga detak jantung di dalam tubuh lansia agar tetap stabil. Fungsi omega-3 sendiri yang juga dapat mengurangi peradangan yang ada di bagian tubuh mana pun, baik pada saat terkena penyakit jantung, kanker, atau juga penyakit Alzheimer sekalipun.

Menurut Christine Grobstadt, M.D, yang dimana dirinya merupakan seorang penulis Doctor’s Detox Diet, dosis untuk omega-3 sendiri  yang biasanya dianjurkan untuk lansia sendiri yaitu adalah sebesar 1.000 mg EPA dan juga DHA omega-3 per hari. Sumber omega-3 yang dimana merupakan sumber terbaik untuk lansia sendiri biasanya akan meliputi minyak biji rami, ikan salmon, walnut, dan juga edamame.

Demikian penjelasan tentang perlukah memberikan vitamin untuk memenuhi asupan gizi bagi lansia. Ternyata pemberian vitamin bagi lansia sendiri merupakan suatu hal yang harus diperlukan sebelum dilakukan. Karena tak semua lansia dengan kondisi yang memerlukan vitamin.

Pola Makan Terbaik Untuk Lansia

Posted on July 22, 2020 in Pola Makan Lansia by

Lansia sendiri memerlukan beberapa perhatian khusus lebih dari yang lainnya. Seperti memperhatikan sebuah keseimbangan nutrisi yang penting dijaga untuk kesehatan lansia yaitu orang lanjut usia. Hal ini digunakan tidak hanya sebagai salah satu pengontrol berat badan dan juga untuk mencukupi kebutuhan nutrisi yang mereka butuhkan, pola makan sehat juga dapat bertujuan untuk menurunkan risiko berbagai macam komplikasi penyakit seperti halnya penyakit jantung dan juga diabetes.

Menjaga Pola Makan Lansia

Terlebih lansia sendiri juga memerlukan banyak perhatian khusus karena beberapa fungsi organ akan berjalan tidak maksimal seperti pada saat muda. Lantas bagaimana cara untuk dapat mengatur pola makan lansia, dalam artikel ini akan dibahas beberapa tips untuk dapat mengatur pola makan lansia seperti berikut.

Fokus pada asupan gizi seimbang

Aturan untuk pola makan yang dapat digunakan untuk diterapkan di lansia yang paling penting adalah dengan cara mencukupi kebutuhan nutrisi dan juga gizi nya. Dengan cara mengkonsumsi makanan yang kaya dengan gizi dan juga nutrisi akan membantu mencukupi kebutuhan lansia untuk mendapatkan vitamin, mineral, protein, karbohidrat serta lemak yang dapat mereka butuhkan. Seperti halnya yang dikutip oleh laman sbobet88 kementerian dan juga kesehatan, bahan makan yang sehat dan juga dianjurkan untuk lansia adalah :

  • Bahan makanan sebagai sumber karbohidrat, seperti halnya oatmeal atau bubur gandum, roti gandum, beras merah, dan juga beras tumbuk ataupun juga tepung jagung.
  • Bahan makanan sebagai sumber protein, seperti contoh nya adalah susu rendah lemak, ikan, tempe, dan juga tahu.
  • Bahan makanan yang digunakan untuk sumber lemak sehat, seperti hal nya kacang-kacangan kacang tanah atau selai kacang, minyak kedelai, dan juga minyak jagung.
  • Sayuran segar yang berwarna hijau ataupun juga jingga seperti halnya sayur bayam, sayur kangkung, brokoli, wortel, labu kuning, labu siam, ataupun juga tomat dan beberapa sayuran hijau lainnya.
  • Buah-buahan segar seperti halnya buah pepaya, pisang, apel, anggur dan lain sebagainnya.
  • Sebisa mungkin juga untuk lansia dapat anda pilih makanan segar dan coba untuk hindari segala jenis makanan olahan yang biasanya menggunakan bahan pengawet seperti frozen food.

Batasi Asupan gula, garam dan lemak

Membatasi sebuah konsumsi gula dan garam serta lemak yang berlebih hal tersebut sangat penting dilakukan guna menjaga kesehatan lansia mengingat sistem pencernaan mereka tidak bisa bekerja keras secara maksimal seperti pada saat muda dulu. Apabila asupan gula dan garam jumlahnya tidak dibatasi maka lansia sendiri akan sangat beresiko tinggi dan bisa saja mengalami hipertensi, kolesterol tinggi, stroke, penyakit jantung dan juga diabetes. Oleh karena itu memperhatikan sebuah asupan tersebut untuk lansia sangatlah penting dilakukan.

Konsumsi kalsium

Kalsium sendiri berperan penting untuk menjaga kesehatan dan juga kekuatan tulang lansia. Sayanya penyerapan kalsium untuk tulang sendiri akan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Jika kepadatan tulang sendiri mulai berkurang hal ini nantinya akan membuat seseorang akan lebih rentan mengalami sebuah pengeroposan tulang dan juga gigi. Menurut angka kecukupan gizi untuk masyarakat indonesia sendiri terutama untuk kebutuhan kaum lansia dalam sehari-hari sendiri adalah 1.000 mg. Anda Juga bisa mendapatkan beberapa sumber kalsium dari berbagai makanan seperti halnya susu, yoghurt, keju, almond, sayuran hijau seperti halnya bayam, kangkung, dan juga pok coy untuk ikan sendiri bisa anda dapatkan dari sarden, ikan dan juga salmon. Hal ini penting karena masalah pengeroposan tulan sendiri adalah salah satu masalah yang paling sering pada umumnya dialami oleh para lansia. Hasilnya bisa seperti osteoporosis
ataupun pengapuran tulang.

Mengatur porsi makan

Salah satu sebab kenaikan berat badan yang secara drastis dialami lansia adalah karena kurangnya mengendalikan dan juga menjaga porsi makanan. Nah, itu sebabnya penting bagi para lansia untuk dapat memperhatikan porsi makannya setiap hari nya untuk dapat menjaga kestabilan berat badan. Karena kita semua tau saat kelebihan berat badan juga akan tidak baik karena dapat menyebabkan timbul beberapa masalah penyakit hingga komplikasi. Untuk porsi makan lansia sendiri bagusnya diatur berdasarkan dengan satu hari sehingga nantinya mereka akan lebih sering dengan makan menggunakan porsi yang kecil. Dianjurkan juga bagi para lansia untuk makan besar sebanyak tiga kali dengan makanan selingan sebanyak dua kali sehari. Bila lansia mengalami kesulitan untuk dapat mengunyah makanan karena gigi mereka yang biasanya ompong atau gigi palsu yang dimiliki tidak berkerja dengan baik. Maka makanan yang akan diberikan harus terasa lunak atau dicincang terlebih dulu. Dengan cara mengajak lansia makan bersama-sama di dalam satu meja juga akan meningkatkan nafsu makan mereka.

Perhatikan kebutuhan kalori lansia

Seiring dengan bertambahnya usia kebutuhan akan kalori juga akan mengalami sebuah penurunan. Sedangkan kebutuhan untuk nutrisinya sendiri akan tetap sama atau bahkan mengalami sedikit peningkatan. Ini terjadi lantaran usia yang semakin tua biasanya semakin berkurang juga aktifitas fisik yang biasanya dilakukan. Alhasil itulah yang nantinya dapat menyebabkan kebutuhan kalori pastinya pun akan ikut mengalami sebuah penurunan. Sebenarnya untuk kebutuhan kalori setiap orang sendiri berbeda-beda termasuk juga pada setiap lansia akan berbeda. Untuk dapat mengetahui tentang kebutuhan kalori setiap orang yang berbeda anda bisa menghitung dengan kalkulator kebutuhan kalori dengan menggunakan kalkulator BMI. Anda juga dapat mengecek jumlah kalori yang dapat dibutuhkan lansia berdasarkan juga pada jenis kelamin, tinggi badan ataupun juga berat badan, usia, serta dari aktivitas fisiknya sehari-hari.

Penuhi kebutuhan cairan

Selain berbagai hal di atas yang perlu di perhatikan, asupan pola makan untuk lansia yang tidak kalah penting yaitu adalah sebuah kebutuhan cairan. Kebanyakan lansia sendiri sering kesulitan untuk dapat memenuhi sebuah kebutuhan cairan hariannya. Itu sebabnya, nantinya mereka akan lebih rentan untuk dapat terkena dehidrasi. Nah, untuk dapat menghindari dehidrasi sendiri pastikan para lansia juga dapat memenuhi sebuah kebutuhan dan juga asupan cairannya dengan baik.

Untuk dapat memenuhi kebutuhan cairan pada lansia anda jangan hitung dari berapa banyaknya minum air putih saja. Namun anda juga dapat menyiasatinya sebuah kebutuhan cairan lansia dengan cara mengkonsumsi beberapa makanan yang berkuah seperti halnya sup ataupun juga buah dan sayuran yang pastinya banyak mengandung air. Hal ini tidak hanya untuk dapat menghindari dehidrasi, namun cara ini juga bisa dilakukan untuk dapat memenuhi sebuah kebutuhan gizi harian yang dapat dibutuhkan oleh lansia untuk dapat menjaga sebuah sistem kekebalan dan juga daya tahan tubuh yang biasanya ketika usia lansia kan lebih rawan.

Itulah beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk dapat menjaga dan juga mengatur pola makan lansia. Kebutuhan lansia pastinya lebih khusus dibandingkan dengan kebutuhan di usia muda, oleh sebab itu memerlukan perhatian khusus. Selamat mencoba.